Mengapa Perusahaan Perlu Memiliki Strategi Dan Rencana Pemasaran

Perusahaan harus memiliki strategi dan rencana pemasaran untuk bisa bersaing dalam pasar yang berkembang pesat. Strategi diperlukan karena alasan berikut:


1. Perusahaan memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang harus dicapai. Strategi ingin memastikan bahwa misi, tujuan, dan sasaran ini dapat direalisasikan seperti yang direncakan.

2. Dalam merealisasikan tujuan di atas, perusahaan menghadapi resiko pasar karena adanya persaingan dari perusahaan lain yang menghasilkan produk sejenis maupun produk substitusi. Strategi diperlukan untuk memenangkan persaingan sehingga diperoleh tingkat penjuualan dan profit yang memandai sesuai dengan resiko yang dihadapi.

3. Dalam menjalankan strategi dan rencana pemasarannya perusahaan memiliki berbagai keterbatasan sumberdaya misalnya permodalan, kualitas sumberdaya, penguasaan teknologi dan informasi pasar. Strategi berusaha untuk mengatasi keterbatasan ini dan mampu memanfaatkan berbagai sumberdaya yang dimiliki secara optimal.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menyusun strategi yang digunakannya dan berbagai rencana sebagai implementasi strategi tersebut.

Pengertian Tentang Lingkungan Pemasaran

Lingkungan pemasaran yaitu totalitas dari semua pelaku pasar dan berbagai kekuatan yang ada, berfungsinya mereka itu akan dapat mempengaruhi kegagalan ataupun keberhasilan aktivitas pemasaran.



Lingkungan pemasaran seperti ini terdiri dari lingkungan makro dan lingkungan yang ada diluar perusahaan maupun yang ada di dalam perusahaan.

Pengertian Tentang Rencana Pemasaran



Rencana pemasaran adalah manifestasi dari segala aktivitas pemasaran yang akan dilaksanakan sebagai imlementasi dari strategi pemasaran. Rencana ini harus jelas, rinci, dapat dimengerti oleh mereka yang harus melaksanakan rencana itu untuk memastikan bahwa tujuan pemsaran yang telah direncakan dapat tercapai.

Pengertian Tentang Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah cara yang ditempuh perusahaan untuk merealisasikan misi, tujuan, sasaran yang telah ditentukan dengan cara menjaga dan mengupayakan adanya keserasian antara berbagai tujuan yang ingin dicapai, kemampuan yang dimiliki serta peluang dan ancaman yang dihadapi di pasar produknya. 




Keserasian seperti ini memang perlu dijaga, namun tidak tertutup kemungkinan untuk berubah dan diperbaiki bilamana lingkungan pemasaran yang dihadapai mengalami perubahan. 

Dengan demikian, strategi pemasaran harus bersifat dinamis, fleksibel, dan memiliki kelayakan untuk dilaksanakan.

Tugas Tugas Manajemen Pemasaran

Konsep inti dan filosofi dari tugas manajemen pemasaran yaitu menyediakan input untuk seperangkat tugas yang memungkinkan keberhasilan manajemen pemasaran. Komponennya terdiri dari:


a. Pengembangan strategi dan rencana-rencanaya,

b. memperoleh marketing insight, yaitu segala sesuatu yang terjadi baik di dalam maupun di luar perusahaan.

c. Melaksanakan yang disebut CRM (Customer Relationship Marketing) yang manfaatnya memilihara hubungan dengan para pelanggan sehinggan mereka tetap menjadi pelanggan yang loyal.

d. Membangun merek dagang yang kuat, sehingga produk dan merek dagang perusahaan bukan hanya dikenal tetapi juga disukai/diunggulkan dan dibeli para konsumen.

e. Membentuk market offerings yaitu menciptakan dan memperkenalkan produk baru dari waktu ke waktu.

f. Melakukan penghantaran nilai melalui jaringan distribusi yang digunakan.

g. Mengkomunikasikan nilai dalam arti menciptakan dan mempromosikan nilai-nilai produk untuk diketahui oleh konsumen.

h. Mengusahakan terjadinya pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Pergeseran Dalam Manajemen Pemasaran

Sejumlah kecenderungan dan berbagai kekuatan yang penting menimbulkan adanya kepecayaan maupun praktik-praktik bisnis yang baru di pihak para pelaku bisnis. Sehingga marketers perlu memikirkan kembali berbagai filosofi, konsep, dan peralatan yang mereka perlukan. Beberapa yang perlu diertimbangkan antara lain:



a. Dari kepercayaan marketers melaksanakan kegiatan marketing menjadi tugas semua orang dalam perusahaan. Sehingga perusahaan mulai menekankan tentang perlunya kerjasama interdepartemen untuk melaksanakan inti yang diperlukan.

b. Dari pegorganisasian sesuai produk yang ditawarkan menjadi pengorganisasian sesuai pasar atau segmen pelanggan. Dari Sekedar terfokus ada produk menjadi manajer produk yang lebih fokus kepada segmen-segmen pelanggan yang ada.

c. Dari keputusan membuat segala sesuatunya oleh perusahaan sendiri, menjadi lebih banyak membeli dari luar bila diperlukan.

d. Dari memiliki banyak supplier menjadi lebih cenderung untuk bekerjasama dengan lebih sedikit supplier dalam bentuk kemitraan.

e. Dari menggantungkan pada pasar yang ada menjadi cenderung mencari atau menciptakan psar pasar baru.

f. Dari menekankan perlunya aset fisik yang tampak menjadi lebih mementingkan aset yang tidak tampak seperti merek dagang/brand, pelanggan, tenagan kerja, distributor, dan hubungan dengan suplier.

g. Dari mengembangkan merek dagang melalui program iklan menjadi mengembangkan merek dagang melalui kinerja produk dan pemasaran.

h. dari Upaya untuk menarik pelanggan datang ke toko-toko pengecer dan wariniaganya menjadikan produk ini dapat diperoleh secara online,

i. Dari menjual kepada setiap orang menjadi berusaha untuk menjadi perusahaan terbaik yang melayani pasar sasaran yang terseleksi dengan baik.

j. Dari berfokus pada transaksi yang menguntungkan menjadi lebih fokus pada nilai pelanggan seumur hidup (customers life time value)

k. Dari perusahaan lokal meningkat menjadi perusahaan orientasi global yang memperhatikan karakteristik lokal.

l. Dari terfokus pada financial scorecard menjadi terfokus pada marketing socrecard (yang terdiri dari pangsa pasar, loyalitas pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan, kualitas produk, dan tingkat pelanggan yang hilang.)

m. Dari terfokus pada shareholder menjadi terfokus pada stakeholder (yang terdiri dari pemilik manajer perusahaan, investor, pelanggan, suplier dan pedangan perantara)

Berbagai Konsep Marketing Yang Fundamental

Pada postingan kali ini BroWilly akan membahas tentang berbagai konsep pemasaran yang Fundamental, seperti apa konsep terebut? Mari kita simak bersama-sama.



Konsep Inti:

a. Needs, wants, and demand: Needs adalah kebutuhan manusia yang paling dasar seperti makan, minum, dan sebagainya. Wants adalah kebutuhan yang diarahkan pada sasaran tertentu tidak semua kebutuhan akan diubah menjadi keinginan. Sebagian dari kebutuhan akan dicoba dipenuhi, ada yang ditunda, ada yang dilupakan atau ada ditiadakan sama sekali. Jadi wants adalah needs yang terselektif. Sedangkan demands adalah wants untuk produk tertentu yang didukung dengan kemauan dan kemampuan untuk membayar harganya.

b. Pasar sasaran, positioning, dan segmenting: Karena alasan heterogenitas di dalam prilaku masyarakat, pemasar membagi atau mengelompokkan pasar menjadi berbagai segmen pasar. Masing-masing segmen memiliki daya tarik pasar yang berbeda dan menawarkan peluang pasar yang juga berbeda. Segmen pasar yang memberikan peluang pasar yang besar akan dipilih sebagai pasar sasaran (target market). Untuk masing-masing pasar sasaran yang dipilih perusahaan akan menciptakan dan mengembangkan tawaran pasar terntentu (a market offering) berbagai tawaran pasar ini akan diposisikan atau ditanamkan di benak konsumen yang menjadi pasar sasaran dengan menawarkan manfaat utama tertentu, misalnya Mercedes menawarkan prestise dan kenyamanan, Volvo keamanan, dan sabun Lux kecantikan.

c. Tawaran/offering dan merek dagang/brand: Tawaran adalah seperangkat nilai yang dipreposisikan, yaitu seperangkat manfaat dari produk yang ditawarkan kepada konsumen, nilai yang ditawarkan ini dirubah menjadi sesuatu yang bersifat fisik yang kita kenal sebagai tawaran, dan tawaran ini dapat berupa satu kombinasi yang terdiri dari produk servis, informasi, dan pengalaman.

d. Nilai dan kepuasan: Nilai mencerminkan manfaat yang tampak dan tidak tampak yang dipersepsikan beserta biayanya. Bagi konsumen nilai ini dapat dilihat sebagai kombinasi antara kualitas, servis dan harga. Kombinasi ini disebut Customer Value Triad. Sementara itu, kepuasan (satisfaction) mencerminkan tentang pertimbangan kompratif seseorang sebagai hasil dari kinerja produk yang dipersepsikan dibandingkan dengan harapan seseorang tentang produk yang bersangkutan.

e. Saluran pemasaran (marketing channel): Untuk mencapai pasar sasaran yakni konsumen atau pembeli pemasar menggunakan tiga macam marketing channel yaitu:


- Saluran komunikasi: berguna untuk menyampaikan dan menerima pesan-pesan dari perusahaan dan dari pasar sasaran secara timbal balik.

- Saluran distribusi: berguna untuk memajang, menjual, atau menyampaikan produk fisik atau jasa kepada pembeli atau konsumen.

- Saluran servis: berguna baik untuk menuntaskan kegiatan transaksi dengan pembeli potensial, maupun untuk menerima dan melakukan layanan yang diperlukan oleh pembeli dari produk.


f. Mata rantai supply: menjelaskan saluran yang memanjang dari tingkat material, tingkat komponen, dan suku cadang yang diperlukan, sampai ke produk jadi yang diantarkan ke pembeli akhir.

g. Persaingan: di dalam persaingan ini termasuk di dalamnya tawaran potensial dan produk substitusi baik yang secara rill maupun potensial dapat dipertimbangkan oleh pembelinya untuk memenuhi kebutuhan mereka.


h. Lingkungan pemasaran terdiri dari 2 komponen yang pertama yang disebut dengan lingkungan tugas (task environment) yang terdiri dari semyua pelaku yang terlibat di dalam memproduksi, mendistribusim dan mempromosikan tawaran tawaran mereka. Komponen yang kedua disebut dengan lingkungan luas (broad environment) yang terdiri dari 7 elemen yakni demografi, ekonomi, lingkungan fisik, teknologi, politik dan hukum serta lingkungan social cultural (lingkungan makro/eksternal.)


Lingkungan pemasar makro mempengaruhi secara signifikan perilaku dari para pelaku pasar. Kemampuan para pelaku pasar dalam menanggapi lingkungan dan perubahan-perunahan yang selalu terjadi akan mempengaruhi keberhasilan pelaku pasar dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.


i. Planning pemasaran: proses perencanaan pemasaran terdiri dari tahap menganalisa peluang pasar, memilih pasar sasaran, merancang strategi pemsaran, mengembangkannya menjadi program pemsaran, dan mengelola kegiatan pemsaran.

Orientasi Perusahaan Terhadap Pasar Produknya

Falsafah perusahaan atau orientasinya dapat memandu bagaimana kegiatan pemasaran perusahaan harus dilakukan. Terdapat beberapa pilihan konsep di mana organisasi perusahaan harus melaksanakan aktivitas pemasarannya. Konsep tersebut adalah sebagai berikut:


1. Konsep produksi (the production concept). Menurut konsep ini konsumen akan lebih menyukai dan memilih produk-produknya yang tersedia secara luas, mudah diakses, dan tidak mahal. Untuk memanfaatkan konsep ini perusahaan perlu berusaha meningkatkan efisiensi produksinya setinggi mungkin, menekan biaya-biaya, dan melakukan distribusi massal.

2. Konsep produk (the product concept). Menurut konsep ini konsumen cenderung lebih menyukai produk yang berkualitas tinggi, berkinerja baik, dan memiliki fitur yang inovatif. Artinya produk harus berkualitas superior dan selalu diperbaiki dari waktu ke waktu sesuai perubahan teknologi.

3. Konsep penjualan (the selling concept). Beranggapan bahwa baik konsumen maupun bisnis sebagai pembeli, bila dibiarkan saja tidak akan melakukan pembelian dalam jumlah yang memadai meskipun produk itu berkualitas bagus. Untuk memperoleh pembelian yang lebih besar perusahaan harus melaksanakan upaya penjualan yang agresif dan upaya promosi yang intensif.

4. Konsep pemasaran (the marketing concept). Pada pertengahan 1960-an muncullah suatu konsep yang tidak lagi terfokus pada produk atau penjualan atau yang disebut dengan make & sale Philosophy bisnis bergeser menjadi Consumer Centered yaitu suatu falsafah berdasarkan A Sense and Respond. Dengan falsafah ini tugas pemasaran tidak lagi berusaha mencari konsumen yang tepat untuk produk perusahaan, tetapi menghasilkan produk yang tepat untuk pelanggan perusahaan.

5. Konsep pemasaran holistik (the holistic marketing concept). Pemasaran di abad 21 semakin menyadari untuk memiliki pendekatan yang semakin lengkap yang melampaui aplikasi tradisional. Dari konsep pemasaran terdapat 4 komponen yang membentuk holistic marketing yaitu:

a. Relantionship Marketing : kegiatan ini bertujuan untuk membangun hubungan timbal balik yang memuaskan kedua belah pihak dengan pihak-pihak yang terlibat yakni konsumen, supplier, distributor, dan mitra pemasaran yang lain.

b. Integred marketing : tugas pemasaran yang utama adalah membangun aktivitas marketing berupa program-program pemasaran yang terintegrasi secara penuh untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai-nilai bagi konsumen (sensing, creating, communicating, dan delivery of value kepada pelanggan)

c. Internal Marketing: pemasaran kedalam ini untuk menjamin bahwa semua bagian dalam organisasi harus menyadari dari melaksanakan prinsip-prinsip pemasaran yang benar. Hasil dari pemasaran internal berupa kesadaran dan sensitivitas yang membantu meningkatkan kepuasan konsumen.

d. Social responsibility marketing: pemasar juga harus memahami dan memiliki perhatian yang lebih luas tentang masalah etik, lingkungan, konteks hukum dan sosial tentang aktivitas pemasaran, misalnya ketentuan tentang pelestarian lingkungan, green marketing, dan eco label.

Bagimana Bisnis Dan Pemasaran Itu Berubah

Pasar sebagai lokasi bertransaksi tidak lagi seperti yang biasa dikenal selama ini. Pasar berubah secara radikal sebagai akibat dari adanya kekuatan sosial utama dan saling bertautan satu sama lain sehingga menciptakan prilaku-prilaku baru, peluang baru, dan tantangan baru. Kekuatan tersebut berupa:


1. Adanya kemajuan teknologi seperti teknologi digital, sehingga orang dapat berbelanja melalui internet, jual-beli berlian tidak harus datang ke tempat lelang di london tapi cukup diakses dari manapun mereka berada pada saat lelang itu dilaksanakan sehingga perusahaan pun tidak lagi memerlukan banyak toko pengecer seperti yang selama ini dilakukan.

2. Adanya proses globalisasi: semakin berkurangnya hambatan antarnegara karena adanya revolusi teknologi transportasi, komunikasi, dan informasi.

3. Diberlakukannya berbagai ketentuan tentang deregulasi: pemerintah di berbagai negara menderegulasikan ekonominya untuk menciptakan situasi persaingan yang lebih bebas dan peluang pertumbuhan yang lebih banyak.

4. Proses privatisasi: negara tidak lagi menguasai atau memiliki mayoritas aset-aset produktif dalam bentuk perusahaan milik negara tetapi lebih banyak mendorong aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh sektor swasta.

5. Pemberdayaan terhadap konsumen dengan meningkatnya tingkat pendapatan masyarakat, konsumen menjadi lebih berdaya sehingga menuntut kualitas produk yang lebih baik.

6. Kustomisasi produk yang artinya produk harus lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan kelompok pribadi tertentu misalnya untuk produk sepatu tidak dibedakan menurut usia dan gender tetapi lebih disesuaikan dengan kebutuhan pengguna misalnya ada sepatu formal, kasual, dan sepatu olahraga. Sehingga perusahaan harus diferensiasi dari produk. Pada industri mobil dikenal tingkat kualitas mobil kelompok mobil murah, kualitas ekonomi, kualitas standar, kualitas menengah atas, dan kelompok mobil mewah, serta super mewah.

7. Terjadinya peningkatan dalam persaingan: persaingan tidak lagi hanya terbatas antarproduk yang sama dengan berbagai merek yang berbeda tapi juga antarproduk dan kualitas berbeda, dan produk domestik dengan produk ekspor impor.

8. Terjadinya konvergensi industri batas-batas suatu industri menjadi semakin kabur karena perusahaan mencari dan menciptakan peluang baru baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan bisnisnya terdahulu. Dari perusahaan yang semula merupakan bisnis kimiawi melalui riset biogenetik berubah menjadi perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan baru, barang kosmetik baru, bahkan bahan makanan baru. Contohnya Shiseido yang semula termasuk industri kosmetik sekarang memiliki portofolio obat-obatan untuk penyakit kulit.

9. Transpormasi industi ritel: dari toko pengecer kecil berubah menjadi pengecer besar dan pengecer raksasa (hypermarket) dengan cara menambahkan produk makanan dan groseris dengan counter-counter untuk hiburan anak-anak dan coffe bar. Proses transformasi seperti ini membutuhkan luas toko yang lebih besar, lebih representatif, peralatan yang lebih baik, menyediakan kondisi berbelanja yang lebih nyaman sehingga membutuhkan tambahan investasi yang sangat besar.

10. Terjadinya disintermediasi: produsen tidak lagi membutuhkan bantuan para pedagang perantara tapi melalui online marketing sehingga dapat melakukan komunikasi, promosi, dan pengiriman barang dan jasa secara langsung pada pelangggannya. Produsen seperti ini biasa disebut click sores. Apabila produsen selain menggunakan online marketing juga masih menggunakan fungsi perdagang perantara maka produsen seperti ini disebut Brick & Click stores.

Ruang Lingkup Pemasaran

Untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemasar yang baik seseorang harus memahami apa itu pemasaran, bagimana dia bekerja/beroperasi, apa yang harus dipasarkan, kepada siapa produk dipasarkan, dan bagaimana memasarkannya.


A. Apa Pengertian Dari Pemasaran Itu?

Pemasaran berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Dengan demikian marketing bagi perusahaan adalah memenuhi kebutuhan secara menguntungkan.

Definisi Pemasaran dari AMA (American Marketing Association) : Pemasaran adalah fungsi organisasional dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan dengan pelanggan dengan cara-cara yang menguntungkan bagi organisasi dan semua pemangku kepentingan (Stakeholder).

Definisi dari Kotler : Pemasaran adalah proses sosial di mana individu-individu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan (needs) dan inginkan (wants) melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran secara bebas dari barang dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.

Sedangkan pengertian manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu pengetahuan tentang cara memilih pasar sasaran dan mendapatkan, memelihara hubungan dan meningkatkan jumlah pelanggan melalui proses kreasi, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang superior.

B. Pertukaran dan Transaksi

Di dalam pemasaran seseorang memperoleh apa yang ia iginkan melalui proses pertukaran dan transaksi. Sehingga pertukaran adalah konsep inti dari pemasaran, yang merupakan suatu proses untuk memperoleh produk yang dikehendaki dari pihak lain dengan cara menawarkan sesuatu sebagai gantinya.

Agar pertukaran itu terjadi maka diperlukan:

1. Sedikitnya dua pihak yang terlibat dalam pertukaran.
2. Setiap pihak harus memiliki suatu yang diinginkan pihak lainnya.
3. Kedua pihak memiliki kemampuan berkomunikasi dan menyelesaikan pertukaran.
4. Keduanya bebas untuk menerima atau menolak tawaran dari pihak yang lain.
5. Keduanya harus memiliki keinginan untuk melakukan "deal" dengan pihak lainnya.

Di dalam setiap pertukaran kedua belah pihak mencoba untuk sampai pada suatu persyaratan yang saling disepakati, dan hal itulah yang menciptakan transaksi yaitu pertukaran nilai antara dua pihak atau lebih.

Contoh:
Pembeli dengan Penjual = Pertukaran antarpribadi

Market dan Industri = Pertukaran antara sekelompok peminat produk yang sama pasar dan sekelompok produsen yang menghasilkan produk yang sama (industri)



C. Apa yang Dapat Dipasarkan

Terdapat 10 macam entities yang dapat menjadi objek marketing, yaitu:
1. Barang (goods)                                                
2. Jasa-pelayanan (services)                                 
3. Peristiwa (events)                                            
4. Pengalaman (experiences)                                
5. Orang (person)      
6. Tempat (places)                                          
7. Properti (properties)
8. Organisasi (organizations)
9. Informasi (informations)
10. Ide (ideas)

D. Siapa yang memasarkan   

- Pemasar dan prospek
pemasar adalah seseorang atau lembaga yang mencari tanggapan (respon, attention, order pembelian, pemberian suara, atau donasi) dari pihak yang lain yang disebut prospek. 

Manajer pemasaran berupaya untuk mempengaruhi tingkat permintaan, timing dan komposisi dari permintaan untuk memenuhi tujuan organisasi. 

- Tipe Permintaan:

1. Permintaan yang negatif : permintaan yang terjadi karena adanya sesuatu yang tidak disukai atau dihindari. 

2. permintaan yang noneksisten: permintaan terhadap produk yang sebenarnya kurang disadari, 

3. permintaan latent: permintaan yang cenderung kurang terpenuhi. 

4. permintaan yang menurun: permintaan yang terjadi karena produk mulai sering tidak dibutuhkan menjadi kurang sering dibutuhkan. 

5. permintaan yang tidak teratur: permintaan yang sifatnya musiman. 

6. permintaan penuh: permintaan yang terjadi diakibatkan pembelian dalam jumlah yang memadai. 

7. permintaan yang overfull: permintaan yang terjadi karena terdapat semakin banyaknya konsumennya. 

8. permintaan yang unwholesome: permintaan atas produk uang sebenarnya menarik namun memiliki konsekuensi sosial yang kurang diinginkan.  

E. Pasar (Markets) 

 Dapat diartikan sebagai: 

1. dalam arti fisik: di mana pembeli dan penjual bertemu melakukan pertukaran. 

2. dalam arti ekonomi: sekelompok pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas produk tertentu atau kelas produk tertentu/ 

3. team market: golongan pembeli yang dikelompokkan dengan cara tertentu, misalnya pasar produk (pasar barang, pecah belah, (pasar sanim deterjen), pasar demogragfis (pasar sepatu anak, pasar pakaian wanita), pasar geografis (pasar JKT, pasar nasional).

Pasar juga dapat dikelompokkan menjadi: 
1. Pasar konsumen,
2. pasar bisnis,
3. pasar internasional
4. pasar pemerintah
5. pasar suplier
6. pasar penjual


F. Market Place, Market Species, dan Meta Market
  
Market places pasar dalam arti fisik seperti toko penjual barang eceran. Market species memiliki arti digital (pasar maya) seperti bila seseorang membeli sesuatu lewat internet (online marketing). Meta market menjelaskan sekelompok pasar barang dan jasa yang bersifat komplementer, yang memiliki hubungan dekat satu sama lain di dalam benak konsumen, namun tersebar di berbagai kelompok industri. Contoh meta market automobil terdiri dari pasar mobil pada dealer showroom, service station tempat memelihara dan memperbaiki mobil, pasar suku cadang mobil, mekanik mobil dan sebagainya.

Pentingnya Fungsi Pemasaran

Keberhasilan finansial seringkali tergantung pada kemampuan pemasaran perusahaan yang bersangkutan. Kemampuan keuangan, operasi, akutansi dan fungsi bisnis yang lain tidak akan banyak membantu bilamana tidak ada permintaan yang memadai untuk barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan besar seperti Sony, P&G, Kodak dan lain-lain pada saat ini dihadapkan pada pesaing-pesaing dan pelanggan yang semakin berdaya.


Oleh karena itu, perusahaan harus memikirkan strategi baru untuk bisnisnya. Perusahaan harus secara hati-hati memonitor prilaku pesaingnya maupun pelanggan mereka dan secara terus menerus berusaha memperbaiki nilai tawaran yang mereka terapkan di pasar.

Karekteristik Pemasaran di Abad 21 Dan Implikasinya

Pada postingan kali ini Browilly akan membahas seputar salah satu metode pemasaran dalam karekteristik pemasaran di Abad 21 dan efek yang ditimbulkan atau dampak yang dirasakannya.



Perbedaan pemasaran pada abad 21 dengan sebelumnya antara lain:

1. Proses globalisasi sudah mendunia, dalam arti melibatkan hampir semua bangsa atau negara di dunia. Aliran bebas barang, jasa, modal, teknologi, dan tenaga kerja antarnegara di dunia semakin mudah, karena adanya perjanjian pasar bebas antarnegara dengan cara menurunkan ataupun menghapus pajak masuk dari produk di antara mereka. Sehingga batas kedaulatan ekonomi suatu negara semakin pudar meskipun kedaulatan politik hukumnya masih tetap utuh.

2. Pengaruh Digitalisasi juga sudah sangat intensif terutama pengaruhnya terhadap teknologi komunikasi dan teknologi informasi yang mampu menyebarkan informasi pasar yang jauh lebih baik, lebih akurat, dan real time. Teknologi ini mampu merubah prilaku pasar karena penguasaan informasi yang lebih baik oleh konsumen, pedangang perantara, rekanan, dan produsen.

3. Penggunaan online marketing baik untuk upaya promosi maupun transaksi antarpembeli dan penjual.

4. Tren semakin banyak kerjasama ekonomi dalam kawasan maupun antarkawasan semakin luas, dengan diberlakukannya kawasan perdagangan bebas.

5. Semakin banyak negara yang berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui program pembangunan ekonomi berdasarkan industrialisasi. Negara-negara sedang berkembang akan semakin banyak membutuhkan modal, teknologi, tenaga terampil, kemampuan manajerial yang harus disewa atau dibeli dari negara-negara yang sudah berkembang. Hal itu memacu semakin luasnya tren perdagangan bebas antarnegara.

Hal-hal tersebut berakibat pada ketergantungan ekonomi suatu negara pada ekonomi global. Sehingga fungsi pemasaran baik oleh perusahaan maupun oleh negara menjadi semakin penting.

Secara lebih khusus implikasi pemasaran yang terjadi adalah:

a. Terciptanya satu pasar "pasar dunia"

b. Adanya tren untuk melakukan outsourcing baik sumberdaya alam maupun sumberdaya-sumberdaya yang lain. Hal itu dilakukan karena kelangkaan sumberdaya dari dalam negeri ataupun karena sumberdaya dapat diperoleh dengan lebih murah di luar negeri.

c. Semakin pentingnya peranan produk dengan kualitas lebih baik yang diproduksi melalui Total Quality Management (TQM) yang dituntut oleh masyarakat dunia.

d. Semakin diperlukannya informasi pasar yang lebih lengkap, lebih baik atau akurat tentang konsumen maupun pesaing di berbagai pasar di dunia.

e. Semakin pentingnya membuat pilihan antara Globally Standardized Product vs Country Unique Product.

Tips Cara Dahsyat Sukses Bisnis Lewat Jualan Online

"Dari pada kita ngontrak ruko lebih baik ngontrak toko online" Itulah kalimat saya yang menyatakan jualan online lebih menguntungkan ketimbang jualan offline diera modern ini. Seiiring perkembangan teknologi dan keberadaan Internet yang semakin lama semakin berkembang, saat ini masyarakat sudah banyak beralih belanja melalui online.

 Pertanyaan saya kepada anda adalah, Mengapa kita harus berjualan online? Dari kebanyakan pendapat yang menjawab pertanyaan ini pastinya mereka akan menjawab " Jualan online itu praktis gak ribet, gak mengenal cuaca dan medan berat" ... Dengan berjualan secara online bisa menjadi bisnis rumahan ataupun bisnis primer anda. Lumayan kan bro? Well, lalu bagimana cara sukses untuk jualan online? Baik simak tipsnya berikut ini.



Cara Sukses Dan Strategi Dalam Jualan Online

1. Desain Web dan fitur yang ada di tempat anda berjualan online.
Yups, apabila anda ingin berjualan online pastikan template web anda harus semenarik mungkin dan memudahkan konsumen untuk melihat serta membeli produk yang ada di web anda. Selain itu fitur seperti CS, Navigasi, cara belanja, metode pengiriman, cara pembayaran dan informasi terkait lainnya harus anda perhatikan agar pengunjung mudah melakukan transaksi dengan anda.

2. Apabila tidak mau buat WEB, Silahkan Sewa Toko Online yang sudah Punya Nama dan SEO 
Untuk yang satu ini harus anda jadikan pioritas karena ini adalah ibarat pasar atau nyawa usaha anda. Ketika anda berbisnis atau ingin membuat toko ofline pastinya anda akan mencari tempat yang strategis untuk usaha anda. Begitu pula dengan bisnis jualan online, anda harus memilih brand situs yang mempunyai SEO atau Serp teratas. Karena dengan anda membuka toko online disitus tersebut dapat memudahkan anda untuk melakukan strategi marketing yang baik. Berikut saya berikan beberapa contoh situs jual online yang bisa anda jadikan refrensi untuk buka toko online. 
Lazada, Tokopedia, Rakuten, Elevenia, qoo10, bukalapak

3. Menjadi Penjual Terpecaya atau No 1 dimata konsumen.   
Dalam dunia penjualan kepercayaan dan keamanan menjadi faktor penting suksesnya bisnis anda. Lakukan dan berikan hal yang terbaik terhadap konsumen. Jangan buat konsumen bingung ataupun komplain. Buatlah konsumen merasa puas terhadap pelayanan anda dan produk anda. 

4. Buat Foto Produk Yang Menarik dan Berkualitas   
Ini adalah tampilan, orang akan melihat kualitas produk anda dari mata terlebih dahulu. Untuk itu apabila anda ingin konsumen tertarik pada produk anda lakukanlah desain produk yang menarik atau foto yang berkualitas. Tapi ingat! Foto harus sesuai dengan kondisi produk yang ingin anda jual. 

5. Terapkan Teknik Internet Marketing   
Tips terakhir ini wajib anda pelajari dan lakukan agar jualan online anda berkembang dan omzet naik. Untuk melakukan teknik ini silahkan anda belajar melalui Google terlebih dahulu. Next time browilly akan kembali menjabarkan teknik dahsyat ini kepada sobat browilly. Intinya, silahkan anda promosikan produk yang anda jual, alamat link produk melalui online. Terapkan social media untuk promosi anda juga. 

Saya rasa tips cara sukses jualan online diatas sudah sangat cukup untuk anda terapkan agar bisnis anda sukses. Karena anda harus fokus terhadap tujuan anda yaitu Untung bukan buntung. Jadi, lakukan hal yang simpel terlebih dahulu baru ke hal yang lebih ekstrim lainnya.